Jumat, 05 November 2010

PERANAN PENTING DALAM BERORGANISASI


                Organisasi adalah sebuah perkumpulan dari orang-orang yang memiliki satu tujuan tertentu. Karena memiliki tujuan tertentu, maka organisasi juga mengatur orang-orang yang menjadi anggota dengan berbagai macam usaha dan kegiatan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Dalam kehidupan sehari-hari, organisasi menjadi sebuah kebutuhan nyata bagi manusia. Manusia sebagai mahluk sosial tidak dapat berdiri sendiri untuk menjalankan kehidupannya. Kesehariaannya akan selalu bersinggungan dengan manusia yang lain. Persinggungan tersebut dapat menguntungkan (kerja sama) dan dapat pula merugikan (menghisap/menindas). Agar terjadi persatuan yang erat dari kelompok (golongan) manusia yang memiliki kepentingan (tujuan) yang sama, maka manusia tersebut harus membentuk organisasi sebagai wadah persatuan dan kekompakan. Organisasi yang akan mengatur (memimpin) usaha-usaha golongan tersebut agar terwujud tujuannya.
Ceritera rakyat yang turun temurun kita pahami adalah sepotong lidi akan mudah dipatahkan dengan sekali serangan. Namun seikat lidi (seperti sapu) akan sangat sukar dipatahkan dan dapat pula kita pergunakan sebagai alat untuk membersihkan kotoran dan debu.

B. KEBUTUHAN DASAR DAN KEPENTINGAN SOSIAL-EKONOMI dan POLITIK
Agar kita mudah mengerti tentang tujuan (kepentingan) dari manusia, maka kita harus mengerti tentang kebutuhan-kebutuhan dasar (kebutuhan yang apabila tidak dicukupi, maka manusia tidak dapat melangsungkan hidupnya) manusia. Dari hakikat hidupnya manusia memiliki dua macam kebutuhan dasar, yaitu: kebutuhan jasmaniah dan spirituil. Kebutuhan jasmaniah berguna untuk mempertahankan dan menjaga kelangsungan hidup. Contohnya adalah: makan/minum, perumahan, pakaian, kesehatan. Sedangkan kebutuhan spirituil berguna untuk memperkaya pengetahuan dan memperkuat daya pikir sehingga manusia dapat selalu mengusahakan terwujudnya kebutuhan jasmaniah. Contohnya adalah: pendidikan dan kebudayaan yang lain. Dari kedua kebutuhan tersebut, kebutuhan jasmaniah menempati urutan pertama (pokok) untuk terlebih dahulu dipenuhi. Namun keseimbangan antara kebutuhan tersebut harus selalu dijaga.
Bila kita sudah mengetahui tentang kebutuhan dasar manusia, maka kita dapat merumuskan kepentingan-kepentingan (tujuan) dari manusia berserta usaha dan kegiatan yang dilakukannya untuk mewujudkan tujuan tersebut. Secara umum dapat kita rumuskan menjadi beberapa macam, di antaranya adalah:
1. Kepentingan Sosial-Ekonomi
Kepentingan sosial-ekonomi adalah kepentingan yang langsung menyangkut keleluasaan rakyat untuk bekerja dan mencari nafkah demi kelangsungan hidupnya. Setiap orang tidak boleh menindas atau menghisap yang lain demi kepentingannya. Contohnya adalah upah yang layak bagi buruh, tanah garapan bagi kaum tani, keluasan berusaha bagi pedagang kecil, pendidikan gratis bagi seluruh rakyat. Hak tersebut bila dipenuhi dapat menambah daya produksi rakyat untuk semakin membangun masyarakat.
2. Kepentingan Politik
Kepentingan politik adalah hak untuk mengungkapkan kepentingan dan kehendaknya secara terbuka, agar semua orang mengerti kesulitan yang dihadapi satu sama lain. Contoh: kemerdekaan menyampaikan pendapat dan berkumpul di muka umum, berserikat (membentuk organisasi), saling menghormati di antara rakyat tanpa membedakan jenis kelamin, agama, kepercayaan, warna kulit, dan sukubangsa.
Kepentingan-kepentingan ini yang menjadi hak-hak dasar dalam kehidupan sosial kita bersama. Kepentingan sosial-ekonomi menjadi hak sosial-ekonomi, begitupula kepentingan politik menjadi hak politik.

C. MACAM-MACAM ORGANISASI
Bila uraian di atas (tentang kebutuhan dan hak-hak dasar) kita hubungkan dengan keseharian kita, maka kita membutuhkan organisasi yang sesuai untuk memperjuangkan hak-hak tersebut. Maka, kita perlu mengerti tentang macam-macam bentuk organisasi.
Dari tujuan dan usaha yang dilakukan terdapat setidaknya tiga macam bentuk organisasi, yaitu:
1. Organisasi Sosial
Adalah organisasi yang memberikan pelayanan sosial bagi anggotanya atau massa di luar anggotanya. Umumnya organisasi seperti ini mengandalkan pembiayaan dari pihak luar sebagai penyumbang atau donatur untuk menjalankan usahanya. Contoh: Yayasan Pendidikan, Lembaga Kesehatan, Lembaga Bantuan Hukum dan lain-lain. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah termasuk dalam jenis organisasi ini.
Biasanya organisasi ini hanya memberikan pelayanan saja. Mereka tidak langsung menjadi wadah perjuangan dari golongan massa rakyat. Karena mereka umumnya tidak berasal dari kalangan rakyat (terutama buruh dan tani). Mereka memang memiliki kepedulian, namun tidak dapat memimpin perjuangan karena tidak menjadi bagian langsung dari organisasi rakyat. Dan bila tidak bertentangan dengan tujuan dari organisasi massa, dia dapat menjadi pendukung.
2. Organisasi Massa
Adalah organisasi yang memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik sekelompok massa tertentu yang bersandarkan dengan kekuatan dari massa anggota dan massa non-anggotanya. Tempat di mana, rakyat dapat mengembangkan potensi dan menemukan wadah perjuangannya. Tempat mengembangkan potensi maksudnya, di dalam organisasi massa dapat diselenggarakan pendidikan-pendidikan sosial-ekonomi dan politik atau kegiatan lain yang dapat menunjang penghidupan. Namun tugas utama dari organisasi ini, tetap memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik (hak-hak sosek dan politik) dari pihak-pihak lain yang menyengsarakan mereka.
Contoh dari organisasi ini adalah serikat buruh (bagi buruh), persatuan tani, persatuan pemuda, persatuan perempuan, dan lain-lain.
Walaupun memperjuangkan hak dan kepentingan politik, namun organisasi massa harus sanggup menjaga kemandirian dan kedudukannya dari organisasi politik.
3. Organisasi Politik
Adalah organisasi yang memperjuangkan kepentingan sosial-ekonomi dan politik anggotanya dan massa non-anggotanya, namun memiliki tujuan khusus untuk mengubah politik (kebijakan) pemerintahan suatu negara. Organisasi ini dalam kiprahnya memang bertujuan untuk menguasai negara. Contohnya adalah partai politik. Dalam pengalaman kita selama ini, partai politik hanya berfungsi ketika akan ada pemilihan umum. Artinya hanya memiliki kiprah yang sesaat. Para pemimpinnya terpisah jauh dengan anggota, dan (apalagi) dengan massa non-anggota. Ini karena partai politik didirikan hanya untuk kepentingan satu orang (atau segelintir orang) yang mengatasnamakan rakyat yang luas. Partai politik seperti ini yang tidak mencerminkan organisasi politik yang baik. Dan mencemarkan makna kata “politik”.
D. ORGANISASI SEBAGAI WADAH PERJUANGAN
1. Organisasi Adalah Wadah Perjuangan
Dari uraian di atas, telah jelas kita bedakan berbagai macam kebutuhan dan kepentingan kita, begitu pula berbagai macam bentuk organisasi. Bagi kita rakyat (terutama buruh dan tani) organisasi adalah wadah kita untuk mengubah nasib dan penghidupan kita.
2. Watak Organisasi
Setiap organisasi memiliki wataknya masing-masing tergantung dari tujuan dan usahanya (cara berjuangnya). Watak ini yang akan menunjukkan pada massa umum (baik anggota maupun di luar anggota) kesungguhan sebuah organisasi mewujudkan cita-citanya. Terdapat banyak organisasi yang mengatasnamakan rakyat atau mengaku membela kepentingan rakyat. Namun tidak semuanya benar-benar milik rakyat. Nah, organisasi yang sejati milik rakyat adalah organisasi yang memiliki watak (ciri) sebagai berikut:
berdiri di atas kaki sendiri
artinya organisasi tersebut benar-benar dibangun dari bawah, dari rakyat. Organisasi tersebut menghidupi dirinya sendiri dan tidak tergantung dari pihak luar. Walaupun bila memiliki kekurangan dari usaha sendiri dapat menerima bantuan dari pihak luar. Namun tidak boleh mengubah tujuan dan usaha organisasi.
membangun persatuan di kalangan anggota atau massa rakyat non-anggota
artinya kita mengutamakan pertemuan (rembugan) dalam memutuskan sesuatu. Tidak boleh ada yang memaksakan keinginannya untuk diikuti yang lain. Pertemuan bertujuan memutuskan langkah-langkah yang akan diambil. Bila sudah ada keputusan, maka mengikat seluruh jajaran organisasi tanpa terkecuali. Jadi kita mengutamakan demokrasi, namun tidak liberal (semau-maunya) dan bukan pula komando (hanya mengikuti atasan). Kedua hal tersebut yang akan merusak persatuan kita.
konsisten dan keras membela kepentingan rakyat
artinya kita tidak boleh begitu saja menyerah berjuang untuk kepentingan kita sendiri. Usaha harus terus kita lakukan dengan pertimbangan bersama. 

E. USAHA-USAHA dan CARA BERJUANG
1. Tentang Aksi dan Macam-macam Aksi
Aksi (tindakan) adalah langkah yang diambil oleh sebuah organisasi (terutama yang berbentuk organisasi massa) untuk memperjuangkan hak-hak sosial-ekonomi dan politiknya. Aksi meliputi berbagai macam kegiatan, yang intinya berisi: menanyakan, mengusulkan, menolak, dan mengubah. Langkah yang paling ringan adalah menanyakan tentang suatu kebijakan dari pihak pengambil kebijakan yang (setelah dibicarakan dengan massa luas dan didiskusikan dalam organisasi) dirasakan merugikan kita. Menanyakan berfungsi untuk meminta penjelasan, apakah kebijakan tersebut keliru kita pahami atau tidak. Bila setelah mendapat penjelasan dari pihak pengambil kebijakan dan tidak ada kekeliruan penangkapan lagi, namun kebijakan tersebut masih dirasakan merugikan kita. Maka, kita berhak untuk mengusulkan agar kebijakan tersebut tidak diberlakukan atau ditinjau kembali. Dalam perkembangannya, bila pengambil kebijakan masih bersikeras menjalankan kebijakan tersebut, dan memicu ketidakpuasan yang meluas di kalangan rakyat. Maka, kita bisa mengambil sikap untuk menolak kebijakan tersebut. Dan meminta untuk diubah sesuai dengan yang dibutuhkan oleh rakyat. Jadi sudah barang tentu kita, juga membuat usulan yang lengkap mengenai kebijakan yang tidak merugikan rakyat. Para pengambil kebijakan dalam hal ini adalah pemerintah, majikan, atau tuan tanah.
Untuk mewujudkan langkah kita dalam bentuk tindakan (aksi), kita dapat menggunakan cara-cara yang umum sudah terjadi dalam kehidupan demokrasi. Yaitu:
Petisi
Yaitu mengumpulkan tanda tangan untuk membuat surat pernyataan yang intinya berisi pertanyaan, usulan, atau sikap yang lain. Sebagai wujud bahan pernyataan tersebut mencerminkan sikap para pendukungnya yang menandatangani.
Dengar-Pendapat
Yaitu mengadakan forum terbuka dengan pihak pengambil kebijakan untuk membicarakan persoalan yang dirasa merugikan rakyat. Forum ini bisa diikuti oleh perwakilan dan bisa juga diikuti oleh umum.
Demonstrasi
Yaitu menyampaikan pendapat kita di muka umum. Seperti di jalan raya, tempat-tempat umum atau kantor pengambil kebijakan. Tujuannya agar pendapat kita diketahui oleh para pengambil kebijakan dan rakyat secara luas. Bila suara kita dapat dikabarkan luas, maka akan muncul pendapat di kalangan rakyat. Pendapat ini yang dapat menyempurnakan tuntutan kita. Sehingga dapat menekan para pengambil kebijakan untuk mendengarkan suara rakyat.
Rapat Umum
Yaitu mengadakan pertemuan besar di lapangan, tanah luas, jalan raya, atau di depan kantor pengambil kebijakan, dengan tujuan agar tuntutan rakyat segera dipenuhi. Rapat umum dapat diselenggarakan dengan mengorganisasikan dan menggerakkan massa rakyat luas yang menjadi anggota atau bukan anggota dari organisasi.
2. Kegiatan-kegiatan Organisasi lainnya
Di samping mengadakan aksi untuk memperjuangkan hak-hak kita. Organisasi massa juga dapat menyelenggarakan kegiatan lain untuk memperkuat persatuan, meningkatkan kemampuan, dan menambah anggota. Kegiatan tersebut pendidikan, kursus-kursus ketrampilan, percobaan produksi, olah raga dan rekreasi, atau kegiatan lain. Pada intinya kegiatan yang diadakan untuk mendukung perjuangan yang sedang dijalankan oleh organisasi massa dan dapat memperkuat organisasi massa.
F. PERANGKAT ORGANISASI

1. Susunan Organisasi
Susunan organisasi massa dibuat sesuai dengan prinsip demokrasi terpusat dan kerja kolektif. Artinya tetap berpegang pada pertemuan yang demokratis, namun bila sudah mengambil keputusan harus mengikat semua jajaran. Susunan organisasi mencerminkan sikap utuh dari pimpinan dan anggota. Pimpinan bukan seseorang yang memiliki hak istimewa. Dia tetap setara dan sejajar dengan anggota dalam menentukan keputusan. Sebaliknya anggota tetap harus menghormati pimpinan, karena dia memiliki tanggung jawab yang lebih. Dan para anggota harus mempunyai komitmen (pendirian) untuk selalu menjaga dan memperkuat persatuan organisasi.
Bila dalam organisasi yang kita kenal memiliki perangkat: ketua, sekretaris, bendahara. Dengan ketua diibaratkan bapak, sedangkan sekretaris dan bendahara adalah ibu, dan anggota adalah anak. Susunan demikian akan menjauhkan pimpinan dengan anggota. Dan unsur yang aktif di dalam organisasi hanya para pimpinan. Maka perpecahan akan mudah terjadi karena banyak pihak akan berebut posisi tersebut (karena sangat berkuasa).
Bagi organisasi yang berwatak demokratis, susunan organisasi tetap harus memuat prinsip demokrasi terpusat dan kerja kolektif. Sejauh ini sistem yang paling efektif adalah sistem komite. Yaitu: kita akan memilih sejumlah orang untuk menjadi badan pimpinan. Badan pimpinan tersebut memiliki tanggung jawab kolektif dan tanggung jawab perorangan. Wujud tanggung jawab kolektif adalah bahwa semua keputusan harus berdasarkan rapat atau pertimbangan bersama. Sedangkan tanggung jawab perorangan diwujudkan dengan tetap dibaginya badan pimpinan tersebut dengan fungsi-fungsi kepemimpinan dan kerja (seperti ketua, sekretaris, bendahara, dan bagian-bagian kerja).
Ciri yang lain, adalah bahwa organisasi ini bersandarkan pada kekuatan basis. Artinya organisasi tingkat basis adalah mutlak diperlukan dan menjadi sumber kekuatan dan kegiatan yang utama.
2. Aktivis (Organisatoris)
Di dalam organisasi terdapat aktivis-aktivis (organisatoris) yang muncul dari umumnya anggota organisasi tersebut. Mereka adalah tulang punggung organisasi. Mereka adalah unsur yang dengan sukarela meluangkan waktunya untuk kerja-kerja organisasi.
Para aktivis harus memiliki komitmen (pandangan, pendirian, sikap, dan tindakan) yang maju. Dia tidak boleh jumawa dan elitis, namun juga tidak boleh minder dan nglokro. Dia harus tetap rendah hati namun yakin dan percaya diri. Agar selalu mempunyai komitmen seperti itu, maka para aktivis harus selalu dekat dengan rakyat yang menjadi anggota atau tidak dari organisasi massa dan senantiasa belajar untuk mengembangkan diri. Karena sejarah mencatat bahwa kehendak dan tindakan rakyat yang mengubah nasib mereka (menciptakan perubahan). Sikap sombong, angkuh, merendahkan orang lain, menggurui, dan jumawa adalah sikap yang elitis, atau dengan kata lain adalah sikapnya para penguasa yang keblinger.
Organisasi yang baik adalah yang memiliki banyak aktivis. Maka, pendidikan dan kursus di dalam organisasi harus selalu dijalankan dan ditingkatkan. Sekali lagi pendidikan dan kursus tersebut harus juga memuat kebutuhan sosial-ekonomi, produksi, dan politik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto saya
intinya gue suka orang yang apa adanya.....

About this blog

mohon saranya buat desain blog ini buat agan2 sxalian...

tolong beri komen blog gue,,,biar gue tau apa kekurangan dari blog gue..


txs agan2 sxalian'

rudy

dalam sebuah kenangan

Mengingatkan Waktu Sholat

Categories

the fish